Thursday, 12 December 2013

Semoga Kamu Tahu

"Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)"

Seperti biasa cinta memang tidak pernah permisi ketika akan datang menyapa. Datang sesuka hatinya. Tidak peduli kepada siapa, di mana, dan kapan waktunya.

Kali ini sepertinya cinta kembali hadir menyapaku. Masih dalam ambang keraguan, tapi aku sepenuhnya sadar bahwa aku kini sedang mengikuti tarikan tangannya, yang membawaku ke depan pintu hatimu, dan dia kemudian memantrai tanganku untuk mengetuknya. 

Wednesday, 11 December 2013

Bukannya Kebelet Nikah, Hanya Saja ........

Ketika sudah memasuki usia dengan kepala angka dua, pembicaraan yang terjadi tidak akan pernah berada jauh dengan masalah percintaan dan pendamping hidup.

Jika dalam tingkatan dewasa, pembicaraan hanya berkisar seputar cowok cakep - PDKT - pacaran yang diharapkan akan sangat romantis, - dan bila harus berpisah maka akan mencari lagi yang lain yang lebih baik lagi, ketika sudah beranjak lebih dewasa maka topik pembicaraan akan lebih berkembang menjadi tentang menemukan jodoh - seseorang yang akan dipilih untuk menghabiskan sisa hidup - pernikahan - dan bahagianya mengarungi kehidupan berkeluarga hingga maut memisahkan.

Monday, 9 December 2013

Maaf, Hujan, karena Pernah Membencimu

"Aneh memang: selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memtik kenangan yang tak diinginkan." Amba Laksmi Pamuntjak - Sebuah Novel

Tuhan menurunkan hujan untuk berbicara dengan makhluk di bumi. Setiap tetesan air yang diturunkannya membawa berbagai macam pesan dari langit, kebahagiaan, duka, dan peringatan.

Hujan menjadi kebahagiaan bagi para petani yang tanah sawahnya telah retak mengering. Bagi pelaut, hujan terkadang menjadi penghalang untuk mencari nafkah bagi keluarga. Bagi orang seperti gue? Hujan menjadi pena yang menuliskan berbagai macam cerita di dalam buku kehidupan.

Monday, 18 November 2013

Thanks, Mantans!

Ternyata, jadi jomblo itu nggak se-mengerikan yang gue bayangin.

Tiga bulan paska gue diputuskan paksa oleh pacar, eh, mantan gue, teman-teman gue sudah nggak terlalu kepo lagi untuk bertanya
"Lo sama dia kenapa sih?"
"Lo kok twit-nya galau mulu sih? Kenapa?"
"Lo putus, Ban?"

Dan mereka sudah nggak terlalu hot lagi untuk BBM gue, atau whatsapp gue untuk sekedar bilang
"Sabar ya, Ban."
Atau komentar
"Kok bisa? Padahal kalian cocok banget keliatannya."
"Sayang ya, padahal kayaknya kalian bahagia banget."

Ya. Akhirnya waktu sudah memakan semuanya. Waktu sudah menyamarkan ceritanya. Tapi, waktu masih belum bisa menghapus emosi yang ada.

Sunday, 17 November 2013

World of Bubunche

World of Bubunche,
A little world inside the big ones, where I can do everything I want.

Dunia ini terlalu besar untuk gue. Dunia ini terlalu banyak peraturan-peraturan yang nggak gue suka. Dunia ini terlalu banyak memiliki hal-hal yang (mau-nggak-mau) perlu kepura-puraan. Hal-hal yang membuat kita terkadang menjadi bukan diri sendiri.

Gue perlu dunia untuk gue sendiri. 
Dunia yang gue buat sendiri, buat gue sendiri.

Nama: Manusia. Hobi: PHP-in Tuhan.

Akhir-akhir ini Tuhan cuma jadi tempat pelarian kesedihan. Ya masalah hati.. Ya masalah hidup.. Ya masalah rezeki. Kasihan - @badholic, 2013.

Pernah dengar orang bilang kalau penghuni surga itu kebanyakan orang susah? Tau kenapa? Ya karena manusia kalau cuma lagi susah doang ingat sama Tuhan. Iya gak? Nggak usah pura-pura nggak baca pertanyaan gue deh.

Saturday, 16 November 2013

Tuhan, aku tidak mau gagal lagi.

Cinta memang tidak pernah datang sendiri. Layaknya manusia yang diiringi oleh Malaikat Raqib dan Atid, cinta selalu diikuti dengan dua bayangan: kebahagiaan dan kepedihan. Bukan cinta namanya jika dia tidak membawa perasaan terbang jauh ke langit ketika dia datang menyapa. Bukan pula cinta namanya kalau dia tidak meninggalkan luka menganga dengan rasa pedih yang begitu mendalam ketika dia harus melangkah pergi.