"Cintailah kekasihmu sewajarnya saja" Sabda Rasul (HR. Al-Tirmidzi)
Mario Teguh, seorang motivator yang punya acara di stasiun televisi swasta dengan logo berwarna biru, pernah mengatakan bahwa sesungguhnya cinta adalah pemujaan. Bahkan dalam akun facebook-nya dia membuat sebuah kutipan seperti ini:
"Cinta adalah pemujaan dan penyerahan total yang menjadikan kita penghamba yang tak terlindungi, yang akan terlukai oleh pengkhianatan yang memilukan tanpa tara"
Showing posts with label untuk dia. Show all posts
Showing posts with label untuk dia. Show all posts
Sunday, 12 February 2012
Monday, 6 February 2012
'Sorry'
" 'Sorry' at least has three chances to erase one kind of mistake. After it passes the third, it turns into something called 'Bullshit' "
Sebuah kata maaf akan selalu diikuti dengan sesuatu yang bernama perubahan. Apalah arti maaf jika pada akhirnya dia akan kembali diucapkan untuk menghapuskan sebuah kesalahan yang sama yang sudah dia hapus sebelumnya.
Entah dari mana mulanya, kebanyakan orang memberikan tiga kesempatan untuk sebuah kata maaf.
Aku pun dulu seperti itu. Selalu memberikan tiga kesempatan untuk satu kata maaf atas sebuah kesalahan. Namun berbeda dengan aku yang sekarang, yang tidak mengenal batasan kata maaf setelah aku kenal kamu ...
....
dan cinta.
Friday, 3 February 2012
Maka Sejenak Mengertilah
".... Bisa membuatmu mengerti. Membuat aku bermakna di hatimu, di matamu, Sayang" - D'masiv
Sudah terlalu banyak waktu yang kita lewati bersama. Sudah terlalu banyak tawa yang kita derai. Segala kasih sayang dan cinta pun mewarnai kisah kita. Namun tak ada sebuah hubungan yang tak berbatu. Cucur air mata dan segala macam bentuk perkelahian pun sudah kita lakoni. Maka Sayang, sejenak mengertilah, tak ingin aku melihat awan tebal abu-abu di akhir kisah ini, dan yakin ku pun kau tak ingin.
Masih berbekas perkelahian singkat terakhir kita. Pemicu utamanya masih tetap sama seperti yang sudah-sudah: tuntutan-ku atas perhatianmu yang tersendat-sendat. Kali ini akan kubuat singkat, Sayang. Agar dapat dimengerti dalam sekejap mata.
Sudah terlalu banyak waktu yang kita lewati bersama. Sudah terlalu banyak tawa yang kita derai. Segala kasih sayang dan cinta pun mewarnai kisah kita. Namun tak ada sebuah hubungan yang tak berbatu. Cucur air mata dan segala macam bentuk perkelahian pun sudah kita lakoni. Maka Sayang, sejenak mengertilah, tak ingin aku melihat awan tebal abu-abu di akhir kisah ini, dan yakin ku pun kau tak ingin.
Masih berbekas perkelahian singkat terakhir kita. Pemicu utamanya masih tetap sama seperti yang sudah-sudah: tuntutan-ku atas perhatianmu yang tersendat-sendat. Kali ini akan kubuat singkat, Sayang. Agar dapat dimengerti dalam sekejap mata.
Subscribe to:
Posts (Atom)